Kegiatan diawali penampilan
puluhan mahasiswa diawali Tarian STT Hagiamos Mission, dilanjutkan koor
Mahasiswa STT Amanat Agung, Koor Mahasiswa STT Jaffray.
Setelah Liturgos dilakukan penyalaan
Lilin Natal oleh Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham Pembawa Pesan Natal, Dr. Jeane M
Tulung Dirjen Bimas Kristen, Pdt. Dr. Pontus Sitorus, M,Si Ketua Dewan Pengawas
BMPTKKI, Dr. Antonius Natan, M.Th Bendum BMPTKKI, Dr. Casthelia Kartika Ketua
STT Amanat Agung, Pdt. Dr. Junior Natan Silalahi, M.Th Ketua Panitia Natal.
Pesan Natal disampaikan oleh Pdt.
Dr. Rubin Adi Abraham, M.Th Ketua Sinode BPP GBI yang menyampaikan tema “Tuhan
Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga, Dan Keluarga Untuk Alam Sekitarnya” bahwa
untuk menyelamatkan dunia, yang Allah kirim bukan Superhero, tetapi
seorang BAYI dari sebuah keluarga, Proto-evangelium, Allah gunakan keluarga
untuk menyelamatkan dunia: Keluarga Nuh, keluarga Abraham, Yusuf dan Maria.
Pdt Rubin menyampaikan
kesaksian dalam keluarga, bawa Nenek menerima keselamatan disusul Ayahanda di
Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah dan kemudian seluruh keluarga dimenangkan,
Allah memakai keluarga untuk menyelamatkan alam ciptaan Allah. Ada mandat
spiritual dan ada mandat budaya, seperti nabi Nuh menyelamatkan Binatang.
Sorotan tajam juga di
kemukakan mengenai perusakan alam, deforestasi mengakibatkan tanaman yang
tumbuh di naungan pohon besar mati karena kena sinar matahari langsung,
sehingga hewan pemakan tumbuhan mati, ekosistim rusak. Hutan ditebang,
mengakibatkan jalur pergerakan hewan putus dan terisolasi, sulit cari pasangan
untuk kawin mengakibatkan populasi turun dan punah. Hutan yang diganti kelapa
sawit merusak ekosistem. Biodiversitas berubah menjadi monokultur. Perkebunan
sawit merupakan gurun hijau, tampaknya subur tapi sunyi dari kehidupan liar
yang beragam. Mengakibatkan bencana ekologi.
Hari ini mari jadikan keluarga
sebagai garda terdepan memprotes perusakan alam, deforestasi melalui gaya hidup
yang bertanggung jawab
Pesan Natal dilanjutkan
dengan dua puisi bertema ekoteologi oleh Pdt. Dr. Nasokhili Giawa, M.Th Sekum
BMPTKKI.
Usai ibadah dilanjutkan
dengan kata sambutan Ketua Panitia Perayaan Natal BMPTKKI Pdt. Dr. Junior Natan
Silalahi, M.Th yang menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat
dalam Natal ini.
Sementara Ketua Umum BMPTKKI
Pdt. Prof. Dr. Stevry I. Lumintang, D.Th., Th.D., PhD menyampaikan yang hadir
dalam ibadah Natal BMPTKK mewakili lebih dari dari 35 STT yang ada di
Jabodetabek. Terlihat Dr. Arnold Tindas, Dr. Daniel Runtuwene, Dr. Eliver
Rajagukguk, Prof Frans Pantan, Prof Gernaida, Dr. Willy Pondensolang, Dr. Demsy
Jura dan berbagai Pimpinan STT dan PTKK dll.
“Kabar gembiranya, terkait
akreditasi tahun 2025 sudah makin baik. Ada capaian akreditasi Prodi “Baik
Sekali” dan semakin banyak Lektor Kepala dan Guru Besar (Professor). Para Dosen dan Pimpinan PTKK sudah tidak
teriak-teriak lagi. Paling tidak ada BMPTKKI yang menjembatani.”
“Saat ini anggota yang
tergabung di BMPTKKI ada 210 dari 386 Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen yang
ada di Indonesia. BMPTKKI akan serius mengadakan coaching untuk para dosen
agar mencapai jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar. Pengurus BMPTKKI akan hadir
di berbagai kota di Indonesia untuk membantu para dosen dalam semester pertama
tahun ini”.
Dirjen Bimas Kristen
Dr. Jeane Marie Tulung, M.Pd menyampaikan pemerintah akan mendorong
BMPTKKI agar terus meraih hasil terbaik di tahun 2026.
“Tahun-tahun ke depan kita
harapkan BMPTKKI harus terus lebih menyala lagi dan semakin siap secara SDM.
Tahun 2025 ada 8 promosi Guru Besar (Profesor) dari 10 orang yang mengajukan
dan ada 42 Lektor Kepala dari 80 yang mengajukan. Di tahun 2026 diharapkan
meningkat, dengan adanya kesadaran dari dosen dan perguruan tinggi yang ada, saya
senang sekali,” ujar Ibu Dirjen yang berulang tahun pada tanggal 15 Januari,
yang juga dirayakan pada kegiatan ini.
“Sesuai tema natal yang relevan
dalam kondisi saat ini, keluarga Indonesia sedang mengalami krisis
multidimensi. Demikian juga saat ini perguruan tinggi sedang disorot”.
“Saat ini banyak peristiwa
yang melibatkan pemimpin agama dan pendidik yang menyimpang secara moral. Mahasiswa
dan anak jadi korban. Ini dikaitkan dengan ketidakhadiran ayah (fatherlessness)
dalam keluarga,” ujarnya mengingatkan.
“Ini penting dan menjadi
perhatian kita bersama. Karena Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen lebih banyak
menyiapkan program-program yang mampu menjawab itu”.
Pada kesempatan ini dibagikan
Buku Teologi Tanah Air, Ekoteologi Kristen Bagi Keadilan,
Keberlanjutan, dan Kebangsaan, atas inisiasi Dirjen Bimas Kristen dengan
penulis dari unsur BMPTKKI kepada yang mewakili penulis. Buku ini di launching
oleh Menteri Agama Prof Nazaruddin Umar pada Perayaan Natal Kementerian Agama
bulan Desember 2025.
Akan segera disusul
penerbitan Buku Teologi & Kurikulum Cinta Berbeda Agama dan Kepercayaan
Kerjasama Ditjen Bimas Kristen dan BMPTKKI yang akan di launching
Februari sebagai penghargaan kepada Menteri Agama.
Menyusul buku ke 3, yang
sedang di tuntaskan Buku Supremasi Injil Dalam Dunia Akademik Kerjasama
Ditjen Bimas Kristen dan BMPTKKI yang akan di launching pada bulan Maret
pada saat dilakukan Konvensi Injil pada 6 dan 7 Maret yang akan diadakan di STT
Reform Injili Internasional, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Perayaan Natal ditutup dengan
penampilan Vocal Group mahasiswa STT Apollos, Pantomin mahasiswa STT IKSM dan
Tarian kebangsaan “Indonesia Jaya” yang dibawakan mahasiswa STT Samuel
Elizabeth. Dan kemudian acara ramah tamah. (Mujiono- ANT)


.jpeg)

0 Komentar